12 Sekolah Terbaik untuk Peminat Sepak Bola – Dengan semakin tingginya harga pemain-pemain bagus, banyak klub yang mulai memanfaatkan pemain muda dari akademi mereka. Beberapa berhasil menjalankan strategi ini dengan sukses, sebagian lagi tak begitu beruntung. Bagi klub-klub kecil, akademi sepakbola adalah penyambung nyawa mereka. Dengan minimnya dana untuk transfer pemain, lulusan akademi adalah satu-satunya penyuplai pemain paling bisa diandalkan. Jika pemain yang dididik punya bakat besar, klub kecil bisa mendapat keuntungan besar dengan menjualnya ke klub yang lebih besar.

Bagi negara, kehadiran akademi berarti memastikan pembinaan usia muda masih terus berlanjut. Dengan demikian, otomatis suplai pemain yang bisa memperkuat timnas juga tak akan habis. Berikut adalah deretan akademi sepak bola yang konsisten menghasilkan bakat-bakat besar. Ukuran keberhasilan di sini adalah kemampuan menghasilkan pemain-pemain kelas atas plus pengelolaan yang berkelanjutan.

Baca Juga :  Jurusan Kuliah Terunggul di UNDIP Nomor 1 di Indonesia

El Semillero

Nama Argentinos Junior mungkin tak banyak anda dengar, atau malah belum pernah anda dengar sama sekali. Tetapi klub kecil asal Argentina ini memiliki tradisi menghasilkan bakat-bakat besar sepakbola. Akademi El Semillero memiliki reputasi yang bagus dalam hal pembinaan pemain muda. Sayang, ketika sudah ‘jadi’, para pemain itu banyak yang pindah ke klub sekota Argentinos Juniors, River Plate dan Boca Juniors.
Alumni: Diego Maradona, Juan Riquelme, Cambiasso, Coloccini, Sergio Batista, Fernando Redondo, Juan Pablo SorinJose Pekerman.

Castilla

Real Madrid memiliki salah satu akademi terbaik di dunia. Lulusan Akademi Madrid sebenarnya memiliki kualitas yang bagus, namun mereka jarang mendapat tempat di tim utama Los Blancos. Kebijakan Real Madrid yang lebih memercayai pemain bintang hasil pembelian dari klub lain membuat peluang pemain lulusan Castilla untuk memperkuat tim utama menjadi sangat kecil. Tetapi dari sisi kualitas pemain lulusan Castilla sebenarnya bisa disandingkan dengan akademi terbaik dunia lainnya.
Alumni: Arbeloa, Rafa Benitez, Butragueno, Casillas, Cambiasso, Santiago Canizares, Guti, Javi Garcia, Juan Mata, Raul, Soldado.

The Academy of Football

West Ham cenderung sering terlupakan ketika berbicara mengenai pengembangan pemain muda. Alasannya jelas, Para pemain binaan West Ham banyak direbut klub-klub besar ketika mulai menunjukkan bakatnya. Sejak didirikan pada dekade 50-an oleh manajer Ted Fenton, The Academy telah berhasil menelorkan banyak pemain muda berkualitas di Inggris.
Alumni: Rio Ferdinand, Frank Lampard, Michael Carrick, Joe Cole, Glen Johnson, Jermain Defoe.

Arsenal Academy

Arsenal Academy mungkin lebih dikenal karena bisa mengembangkan bakat pemain muda yang mereka dapat dari klub lain. Dengan dipimpin Arsene Wenger, Arsenal Academy bisa menyuplai kebutuhan pemain-pemain kelas atas yang dibutuhkan The Gunners.

Arsenal Academy dikenal lebih mementingkan kualitas ketimbang kuantitas. Hasilnya memang membuktikan bhawa lulusan mereka banyak yang mampu berprestasi. Sayang sekali Arsenal juga hobi menjual pemain-pemain terbaik mereka.
Alumni: Ashley Cole, Gael Clichy, Jack Wilshere, Alex Song, Nickals Bendtner, Ray Parlour, Paul Merson, Tony Adams.

The Academy of Football

West Ham cenderung sering terlupakan ketika berbicara mengenai pengembangan pemain muda. Alasannya jelas, Para pemain binaan West Ham banyak direbut klub-klub besar ketika mulai menunjukkan bakatnya. Sejak didirikan pada dekade 50-an oleh manajer Ted Fenton, The Academy telah berhasil menelorkan banyak pemain muda berkualitas di Inggris.
Alumni: Rio Ferdinand, Frank Lampard, Michael Carrick, Joe Cole, Glen Johnson, Jermain Defoe.

Santos

Santos adalah salah satu kekuatan terbesar di Amerika Selatan. Akademi Santos memiliki kebiasaan untuk mengorbitkan pemain-pemain berkualitas dunia. Seperti halnya klub-klub Brasil yang lain, Santos juga menjadi penyuplai pemain hebat bagi klub-klub besar Eropa. Meski selalu ditinggal para bintangnya, Santos seperti tak pernah berhenti mendapatkan pemain muda baru kaya potensi.
Alumni: Pele, Pita, Juary, Robinho, Leo, Giovani, Ganso, Neymar.

Manchester United Academy

Akademi milik Manchester United kini telah memiliki tradisi untuk menelorkan pemain-pemain hebat kelas atas. Sebagian besar kesuksesan akademi ini diprakarsai oleh Sir Alex Ferguson. Sejak menangani United, Sir Alex sangat memercayai bakat muda klubnya. Kepercayaan itu terbayar tuntas ketika Class of ’92 menjadi pilar utama United ketika meraih treble winners pada 2009. Kemampuan Fergie mengkombinasikan pemain lulusan akademi dengan pemain hasil transfer telah memberikan kesuksesan besar bagi Setan Merah.
Alumni: Charlton, Hughes, Beckham, Giggs, Scholes, Neville bersaudara, Nicky Butt, Cleverley.

De Toekomst

Ajax pernah merajai Eropa dengan pemain-pemain berbakat yang mereka hasilkan. Tetapi di era modern, Ajax memiliki kesulitan untuk mempertahankan para pemain berbakat yang mereka kembangkan. Akademi De Toekomst (yang berarti Masa Depan) telah menghasilkan banyak pemain hebat yang menghiasi lapangan hijau dunia. De Toekomst punya dasar sepakbola khas Belanda; Total Football.
Alumni: Johann Cruyff, Wesley Sneijder, Van der Vaart, Suarez, Van der Sar, Vermaelen, Bergkamp, Vertonghen.

 Ajax

Belanda selalu terkenal karena upaya mereka dalam pengembangan pemuda. Jadi, tidak mengherankan melihat mereka menjadi salah satu produsen bakat terbesar dalam sepakbola di Eropa. Semuanya dimulai dengan legenda Belanda Johan Cryuff, yang prinsip permainannya kemudian diambil oleh akademi. Kamu dapat menulis seluruh buku tentang jumlah pemain sukses yang telah dihasilkan selama beberapa dekade. Namun, beberapa alumni yang paling terkenal antara lain Patrick Kluivert, Clarence Seedorf, Dennis Bergkamp, Frank de Boer dan Wesley Sneijder. Dengan Justin Kluivert dan Matthijs de Ligt di antara lulusan yang lebih baru, akademi muda Ajax terus menghasilkan puluhan superstar potensial.

Real Madrid

Salah satu kesalahpahaman terbesar sepak bola bahwa Real Madrid tidak menghasilkan bakat-bakat lokal. Sifat pembelanjaan bebas mereka di bawah Florentino Perez membuat mereka menutup mata terhadap para pemain muda mereka. Namun, kamu akan terkejut melihat bahwa banyak bintang telah datang melalui La Fabrica. Samuel Eto’o, Juan Mata, Alvaro Negredo dan Marcos Alonso antara lain adalah beberapa nama yang lolos, tetapi Daniel Carvajal adalah bagian penting dari skuad Los Blancos yang meraih gelar Eropa dalam satu dekade terakhir.

Borussia Dortmund

Borussia Dortmund memiliki reputasi luar biasa dalam mengembangkan talenta muda. Namun, akademi sepakbola mereka tidak mendapat banyak perhatian. Namun, bukan berarti kurang berhasil dalam membina senjata muda. Faktanya, Mario Gotze, yang mencetak gol kemenangan Piala Dunia untuk Jerman pada tahun 2014, adalah lulusan terkenal mereka. Khelnow.com melansir, mantan rekan setimnya Marco Reus serta bintang Amerika Christian Pulisic juga lulusan akademi mereka. Namun, belakangan ini, Felix Passlack dan Jacob Bruun Larsen, yang masuk dalam jajaran tim muda Dortmund, menarik minat dari tim-tim Eropa yang lebih besar.

Sporting Lisbon

Ingat bagaimana Cristiano Ronaldo muda dari Sporting Lisbon mengesankan para pencari bakat tamu Manchester United bertahun-tahun yang lalu? Momen itu merupakan bukti abadi atas kerja keras klub dalam membina bakat-bakat muda.

Luis Figo adalah lulusan terkenal lainnya dari akademi mereka sementara Luis Nani, Joao Moutinho, Pepe dan Ricardo Quaresma semuanya menikmati karir di level tertinggi. Faktanya, sekitar 100 anak muda Sporting Lisbon telah mewakili Selecao di tingkat nasional.