Pemandangan Alam Cantik berasal dari Atas Bukit
Daya tarik utama yang memikat banyak spaceman slot pengunjung adalah pesona alamnya yang memukau. Dalam bhs Tombulu, “Padies” mendefinisikan “padi” saat “Kimuwu” merujuk terhadap “bukit” atau “bubungan”.
Dengan kata lain, daerah ini secara harfiah adalah “bumbungan padi” atau “bukit padi”, menggambarkan harmoni antara alam dan budaya yang memukau.
Terletak di puncak bukit seluas 20 hektar, daerah ini menambahkan wisatawan panorama Kota Manado yang indah berasal dari kejauhan. Saat mendatangi terhadap sore atau malam hari, Anda apalagi mampu menikmati gemerlap ibu kota Sulawesi Utara ini.
Selain panorama kota, berasal dari atas wisata Puncak Padies Kimuwu juga keluar gunung Klabat yang menjadi gunung tertinggi di sana. Juga beberapa panorama menarik lainnya layaknya Pulau Manado Tua sampai Bunaken.
Situs Budaya berasal dari Zaman Dahulu
Seperti telah disinggung di awal slot resmi bahwa daerah ini tawarkan rencana wisata alam sekaligus budaya. Anda tidak cuma mampu mendapatkan panorama alam yang indah, tetapi juga dua buah web budaya yang telah ada sejak bertahun-tahun silam.
Situs budaya para leluhur Minahasa selanjutnya yaitu Watu Siouw Kurur dan Watu Marengke. Watu Siow Kurur diambil alih berasal dari nama seorang empung yang membawa tinggi tubuh sembilan ruas.
Bukan cuma itu saja, tetapi kemampuannya juga mumpuni dalam perang di zaman leluhur. Sementara marengke diambil alih berasal dari makna gerakan-gerakan tari yang merayakan kemenangan perang.
Pada tarian selanjutnya juga tersimpan makna penghormatan kepada empung Totokai sebagai penentu dalam ketetapan hukum atau berperang.
Cikal Bakal Desa Warembungan
Puncak Padies Kimuwu Minahasa ini bukan cuma sekadar daerah wisata bagi masyarakat sekitar. Karena konon daerah ini adalah cikal bakal berasal dari Desa Warembungan yang berada tidak jauh berasal dari bukit.
Pada masa perang kuno, masyarakat togel singapore bermukim di puncak bukit, cuma turun sesudah perang usai untuk membentuk pemukiman layaknya yang kami kenal sekarang.
Tulisan di Situs Watu Siouw Kurur dan Watu Marengke mengungkapkan bahwa leluhur Minahasa juga gunakan daerah ini sebagai daerah pertemuan dan musyawarah sebelum akan mereka memasuki medan perang, menambahkan sentuhan sejarah yang memukau.
Ditambah adanya Tradisi kuno Kanaramen melibatkan musyawarah atau pertemuan strategis, yang dikenal sebagai “Maesa” atau “Mahasa,” untuk mengumpulkan kapabilitas sebelum akan memasuki medan perang.
Pemilihan Puncak Padies Kimuwu sebagai daerah pertemuan memiliki alasan yang bijak, karena berasal dari ketinggian ini, pemantauan terhadap potensi ancaman di sekitarnya menjadi lebih efisien dan efisien.